radarutama.com – Begitu tiba, Anies langsung disambut nyanyian dan sorakan para kader yang menunggu.

“Selamat datang, Anies Baswedan, Selamat datang, Anies Baswedan. Dari Demokrat. Siap bersama,” kata salah satu kader bernyanyi lewat pengeras suara.

Tak lama setelah sampai, Anies langsung diminta untuk menandatangani banner berlambang partai demokrat. Ia juga menuliskan kalimat sebagai pesan untuk partai lambang mercy ini.

“Teruslah jadi pemancar jernih aspirasi rakyat Jakarta yang konsisten dengan idealisme nasionalis religius,” tulis Anies.

Setelah itu, Anies berjalan sambil diantarkan menuju ruangan kantor Ketua DPD Demokrat. Ia juga menyalami beberapa anggota yang menghampirinya.

Sebelumnya, DPD Demokrat DKI Jakarta kembali menggaungkan pasangan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai pasangan untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Hal ini disebut aspirasi yang datang dari tingkat akar rumput partai lambang mercy itu.

Hal ini disampaikan, Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiyono yang menyebut sudah bertanya ke banyak kadernya dan mereka menyatakan ingin AHY-Anies berpasangan dalam Pilpres.

“Saya harus sampaikan, politik itu kan juga perlu kejujuran, politik itu kan harus aspiratif. Secara random saya tanya, ‘Lo mau siapa’, dan rata-rata di DKI maunya Anies-AHY atau AHY-Anies,” ujar Mujiyono saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Partai Demokrat di Kantor DPD Demokrat DKI, Jumat (9/9/2022).

Meski dipasangkan, Mujiyono memastikan, pihaknya ingin memajukan AHY sebagai calon presiden, sementara Anies sebagai calon wakil presiden. Pasalnya, AHY merupakan ketua umum partai.

Sedangkan, Anies bukan orang partai dan membutuhkan kendaraan partai politik untuk bisa maju dalam kontestasi Pilpres 2024. Kendati begitu, Mujiyono mengakui tetap akan ada dinamika politik sebelum menentukan hal tersebut.

“Kalau di Demokrat harus AHY-Anies dong, kan kami punya kendaraan, kan yang punya STNK atas nama kami. Tapi ya namanya politik, ketum sih pasti berusaha,” tuturnya.

“Ketum bangun partai, dan dinamikanya tentunya akan terus terupdate, entah dengan siapa (berkoalisi),” katanya menambahkan.

Selain itu, ia menyebut kepastian siapa yang akan diusung Demokrat pada pilpres mendatang akan diputuskan dalam Rapimnas yang akan digelar 15-16 September.

“Nanti di Rapimnas akan ketahuan. Rapimnas kan akan dilakukan 15-16 September, pasti nanti ada statement yang mengarah terkait koalisi,” ucapnya.

Mujiyono juga mengatakan bahwa Demokrat tak mempersoalkan Pilkada DKI 2017. Saat itu diketahui AHY yang maju sebagai Calon Gubernur Pilkada DKI harus kalah dari Anies.

“Itu kan politik, dinamika masa lalu. Politik enggak boleh baperan, politik itu kan enggak ada teman yang abadi, kepentingan dan kesamaan visi yang kemudian yg membuat parpol menyatu,” katanya.