radarutama.comDiduga hasil korupsi dijadikan bentuk tabungan dan deposito, pembelian tanah dan bangunan, memberikan pinjaman kepada pihak terafiliasi, membangun pabrik hingga membeli saham.

“Terdakwa Surya Darmadi telah melakukan penempatan dana pada lembaga keuangan dalam bentuk tabungan dan deposito, melakukan pembelanjaan atau pembayaran, diantaranya untuk pembelian tanah dan bangunan, memberikan pinjaman kepada pihak yang terafiliasi, membiayai pembangunan pabrik, pembelian saham atas harta yang diduga merupakan hasil tindakan pidana korupsi dalam kegiatan perkebunan kelapa sawit sejak tahun 2014 sampai Juni 2022,” kata Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung Bima Suprayoga di Pengadilan Tindakan Pidana Korupsi Jakarta.

Dalam dakwaan, Surya Darmadi disebut sebagai pemilik dari Darmex Group yang terdiri dari 11 perusahaan berlokasi di Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Jakarta, dan Bekasi.

Perusahaan tersebut, bergerak pada perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit dan turunannya, pengangkutan serta properti.

“Terdakwa Surya Darmadi selaku beneficial owner PT Banyu Bening Utama, PT Seberida Subur, Pt Palma Satu, PT Kencana Amal Tani dan PT Panca Agro telah melaksanakan kegiatan perkebunan kelapa sawit dan kegiatan pengelolaan pabrik kelapa sawit di kawasan hutan yang tidak dilengkapi dengan izin prinsip, izin lingkungan dan izin pelepasan kawasan hutan sehingga terdakwa memperoleh harta kekayaan sebesar Rp7.593.068.204.327 dan 7.885.857,36 dolar AS,” ungkap Jaksa.

Jika dijumlahkan secara keseluruhan harta tersebut mencapai Rp7.710.685.766.851,4 dengan rincian Rp7.593.068.204.327 ditambah 7.885.857,36 dolar AS diperkirakan sekitar Rp117,617 miliar dengan kurs Rp14.915.

“Hasil tindak pidana korupsi yang diperoleh melalui PT Banyu Bening Utama, Pt Kencana Amal Tani, PT Palma Satu, PT Seberida Subur, dan PT Panca Agro Lestari senajutnya ditempatkan dan ditransfer ke PT Darmex Plantations dalam bentuk pembagian deviden, pembayaran utang pemegang saham, penyetoran modal ke PT Monterado Mas, PT Alfa Ledo, PT Asset Pacific, dan ke perusahaan lain milik terdakwa,” tambah jaksa.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, harta kekayaan tersebut disamarkan asal-usulnya dan menjadi bentuk-bentuk sebagai berikut:

Atas perbuatanya itu Surya Darmadi didakwa dengan pasal 3 atau pasal 4 UU nO 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dakwaan tersebut, Surya Darmadi akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi pada sidang lanjutan yang dijadwalkan Senin, 19 September 2022.*** (Adinda Cahya Ningrum)