radarutama.com – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyebut bahwa pihaknya saat ini tengah fokus dalam pengembangan program bio energi. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis bensin.

Menurut Nicke, pihaknya terus berupaya untuk memangkas impor BBM, khususnya bensin (gasoline) yang cukup tinggi saat ini. Salah satu caranya ialah dengan memproduksi jenis energi baru.

Setelah sukses dengan program campuran Bio Solar 30% (B30), perusahaan juga akan mengarah pada penggunaan etanol sebagai pengganti bensin.

“Bio energi itu bisa menjadi biodiesel atau etanol yang bisa menjadi biofuel. Ini yang kita kembangkan sekarang CPO basisnya. Kita akan segera buat etanol, kita campur dengan gasoline mulai dari molase tebu yang kedua dari cassava (singkong),” ungkap Nicke saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (8/9/2022).

Menurut Nicke, untuk urusan pengembangan etanol sendiri, Indonesia bisa berkaca pada Thailand yang sudah cukup maju. Negeri Gajah Putih itu bahkan sudah mencapai campuran etanol 12% (E12).

“Kita akan mulai dengan E5, E10 dan seterusnya. Untuk itu, kita harus bangun etanol. Ini lah salah satu bentuk untuk mewujudkan kemandirian energi. Karena dengan mencampur etanol dan metanol, maka impor gasoline bisa diturunkan seperti hanya kita mandiri dengan gasoil (Solar) mulai 2019 karena berhasil menerapkan B30,” paparnya.