radarutama.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan kepada jajaran organisasi perangkat daerah pemerintah provinsi setempat untuk membangun jembatan gantung yang putus di Kabupaten Probolinggo dengan dana belanja tidak terduga (BTT).

Musibah putusnya jembatan gantung di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo direspon cepat oleh Khofifah yang turun langsung meninjau jembatan guna memastikan penanganan baik di sisi rekonstruksi jembatan dan menjenguk korban yang sedang dirawat di RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo, Jumat sore.

“Saya sudah meminta jajaran OPD terkait untuk segera meng-exercise upaya-upaya penyiapan jembatan gantung pengganti. Insya Allah dimungkinkan dengan BTT Pemprov Jatim karena jembatan gantung ada di E-Catalogue,” katanya saat meninjau jembatan gantung yang putus di Kabupaten Probolinggo.

Ia mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan jajaran OPD terkait di antaranya Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Sumber Daya Air dan BPBD Jatim untuk melakukan excercise mendalam utamanya penyiapan jembatan gantung pengganti.

“Hal itu mengingat jembatan tersebut merupakan penghubung masyarakat dari Pajarakan ke Kraksaan. Opsi penggunaan dana BTT bisa menjadi solusi cepat guna penanganan yang efektif bagi pemulihan koneksitas warga Pajarakan dan Kraksaan,” tuturnya.

Selain itu, Khofifah juga memastikan bahwa pemberian layanan kesehatan bagi seluruh korban harus benar-benar optimal. Karena mayoritas korban merupakan pelajar, pihaknya pun berpesan betapa pentingnya layanan trauma healing bagi seluruh korban.

Mantan Menteri Sosial itu secara khusus menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono agar dilakukan assesmen secara menyeluruh terhadap jembatan gantung yang ada di kabupaten setempat.

“Sesuai dengan arahan Ibu Gubernur Khofifah maka segera mempercepat exercise guna pembangunan jembatan gantung pengganti di Kecamatan Pajarakan itu,” kata Soeparwiyono.