radarutama.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, membeberkan belanja turis di kawasan Danau Toba masih minim. Tidak seperti belanja turis pada kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) lainnya seperti Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur hingga Likupang.

“Rata-rata expenditure wisatawan asing saat ini berada US$ 500 – US$ 1000 per kunjungan ke DPSP Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, dan Likupang. sedangkan di Danau Toba pengeluaran wisatawan masih terbilang minim,” kata Luhut dalam Forum Investment 5 DPSP, Jumat (9/9/2022).

Adapun lama wisatawan menginap di Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang cukup baik dimana wisatawan menetap selama 3 – 5 hari. Sedangkan untuk kawasan Borobudur dan Danau Toba hanya 1 – 2 hari saja.

Sehingga diperlukan optimalisasi pembangunan sektor pariwisata, khususnya dari sisi aksesibilitas, amenitas, dan atraksi tanpa mengandalkan dari APBN dan APBD melainkan dari investasi dalam negeri maupun asing.

“Sejauh ini realisasi investasi pariwisata dan ekonomi kreatif mencapai Rp 5,31 triliun pada 2020 hingga Q1-2022,” katanya.

Luhut menambahkan, sektor pariwisata dipercaya dapat membantu pemulihan ekonomi nasional terutama dari penyelenggaraan acara internasional. Dimana memberikan multiplier effect yang besar bagi ekonomi lokal.

Contohnya, kata dia, saat penyelenggaraan Moto GP Mandalika memberikan multiplier effect yang besar pada ekonomi lokal mencapai Rp 606 miliar.

“Tidak hanya World Super Bike, dan Moto GP, tapi Indonesia juga menjadi tuan rumah agenda G20, dilanjutkan F1H20, dan KTT Asean di Labuan Bajo 2023. ini menunjukan kepercayaan internasional pada Indonesia semakin tinggi,” katanya.