radarutama.com – Seorang Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) di Semarang bernama Iwan Budi Paulus (51) diduga dianiaya lalu dibakar, setelah mayatnya yang hangus bikin geger warga setempat.

Penemuan mayat yang hangus terbakar itu sontak menyita perhatian publik, lantaran adanya indikasi kaitan terhadap kasus korupsi di instansi tempat Iwan bekerja.

Setelah mendapat laporan temuan mayat , di kawasan tanah milik PT Family di kawasan Marina, Kota Semarang , tim Kepolisian Resor Kota (Polresta) Semarang langsung menuju TKP .

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar mengaku mengidentifikasi cepat korban dari barang-barang yang berada di sekitar mayatnya.

Baca Juga: 4 Fakta Mayat Hangus di Semarang, Diduga PNS Saksi Korupsi yang Sempat Hilang Sebelum Bersaksi

Nama Iwan Budi Paulus tertera pada papan nama yang ada di lokasi jenazah ditemukan, bersama barang lain seperti laptop serta telepon seluler.

Selain itu, sepeda motor yang ikut terbakar memiliki pelat nomor polisi H-9799-RA, persis sama dengan nomor kendaraan yang sering digunakan Iwan sehari-hari.

Bahkan, Iwan yang sempat dilaporkan hilang dua pekan sebelum kematiannya menggunakan motor yang sama ketika itu.

Meski begitu, polisi masih harus menunggu hasil tes DNA mayat di lab forensik untuk membuktikan seluruh dugaan.

Baca Juga: Mayat Hangus Terindikasi PNS Pemkot Semarang yang Hilang Jelang Diperiksa soal Korupsi Diduga Dibunuh

Adapun Iwan bekerja sebagai PNS di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Semarang .

Dugaan keterkaitan kasus kematian PNS dengan korupsi di BPKAD semakin kuat, lantaran mendiang Iwan dinyatakan hilang satu hari sebelum dimintai keterangan sebagai saksi kasus bersangkutan.

Iwan Budi Paulus, terduga korban, dilaporkan hilang sejak 24 Agustus 2022, tepat sehari sebelum diperiksa oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng.

Terkait dugaan korupsi pengalihan aset di kantornya, Iwan diketahui telah menerima panggilan dari Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Jateng untuk dimintai keterangan.

Baca Juga: Temuan Mayat di Paskal Hyper Square Bandung, Ini Dugaan Penyebab Kematiannya

Terkait kondisi jenazah PNS itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Djuhandani menyebutkan adanya sinyal penganiayaan sebelum korban dibakar.

Pasalnya, dalam olah TKP di Semarang , Jumat, 9 September 2022, polisi mendapati banyak indikasi yang condong ke arah penganiayaan .

Sontak kabar ini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Beberapa warganet yang ikut mengomentari kasus mengatakan kejamnya orde baru (orba) telah kembali di negeri ini.

“Waww udah balik ke zaman orba ternyata (emot tertawa ngakak),” ujar @robusta******ok di Twitter.

“Rest in peace….. ini sih dihilangkan biasanya. Kebiasaan penjahat yang jadi pejabat,” ucap yang lain menimpali, di akun @blek***e. ***