radarutama.com – Selepas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan akhir pekan lalu, rencana pembatasan pembelian jenis Pertalite oleh masyarakat tidak ada kepastian. Masyarakat pun dibuat bingung.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan program tersebut memang masih dalam pembahasan. Ada beberapa opsi yang dipertimbangkan oleh pemerintah.

“Jadi sekarang sedang dibahas karena ada beberapa opsi. Kan pertimbangannya dalam, kita juga mengindentifikasi harus teliti,” ujarnya di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta, Jumat (9/9/2022)

Sejatinya, keputusan pembatasan pembelian BBM Pertalite dan Solar Subsidi ini direncanakan untuk menekan penggunaan bensin tersebut supaya lebih tepat sasaran, sehingga anggaran subsidi BBM pemerintah tidak jebol apalagi di tengah konsumsi BBM yang melonjak di masa pemulihan ekonomi pasca Covid-19.

Asumsi sementara Kementerian ESDM, konsumsi Pertalite akan menjadi 29 juta KL atau naik 6 juta KL. Sementara Solar naik sebesar 2 juta KL menjadi 17 juta KL.

Arifin malah meminta masyarakat ikut berhemat dalam mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM). Hal ini dianggap penting agar kuota yang tersedia tidak jebol.

“Sekarang tolong diminta semua masyarakat coba bisa nggak kita coba dengan kesadaran menghemat,” tegasnya.

“Hemat energi gimana caranya, yang biasanya keluar bensin 3 liter bisa gak 2 liter aja, ya, kurangin menghirup udara yang polusi dengan Co2,” jelas Arifin.