radarutama.com – Pada unjuk hari ini, massa berasal dari berbagai kelompok di antaranya pengemudi ojek online, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA), dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Seantero Raya.

Dalam unjuk rasa ini tuntutan mereka masih sama yakni meminta pemerintah Presiden Joko Widodo segera menurunkan harga BBM. Mereka dengan tegas menolak kenaikan harga BBM.

Dalam unjuk rasanya, berbagai aksi mereka lakukan di antaranya menyampaikan orasinya, menyalakan kembang api atau suar, membakar ban, menaburkan bunga hingga mengumandangkan Adzan Ashar dan melaksanakan shalat berjamaah.

Massa aksi tiba di lokasi sejak pukul 14.30 WIB. Massa sendiri berasal di dua ruas Jalan Merdeka Barat yang mengarah ke Istana Merdeka dan sebaliknya.

Pengamanan Kepolisian

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan aparat kepolisian memperketat keamanan menjelang aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang akan digelar sejumlah elemen masyarakat di kawasan Patung Kuda.

Kepolisian memblokade Jalan Merdeka Barat yang mengarah ke Istana Negara dan sebaliknya.

Blokade dilakukan dengan pemasangan kawat berduri dua lapis dan dipasangi separator sebanyak empat lapis. Kemudian di pembatas paling belakang dipasang water barrier.

Pemasangan berlapis itu dilakukan diduga untuk mengantisipasi massa berusaha menerobos blokade. Karena sebelumnya, saat unjuk rasa Kamis (8/9) kemarin yang digelar kelompok mahasiswa, dua lapis kawat berduri berhasil disingkirkan.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan ada tiga titik aksi unjuk rasa yang akan digelar masyarakat pada hari ini.

“Hari ini sesuai pemberitahuan ada beberapa kelompok elemen masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya terkait BBM ini di DPR, Patung Kuda, dan LBH, Menteng, Jakarta Pusat,” kata Zulpan kepada wartawan.

Dikatakannya, demonstrasi digelar berbagai elemen masyarakat di antaranya, kelompok mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol).

Guna memastikan demonstrasi berjalan kondusif sebanyak 8.350 aparat dikerahkan. Sementara terkait kemungkinan penutup sejumlah ruas jalan dikatakannya bersifat tentatif.

“Untuk penutupan lalu lintas melihat kondisi di lapangan,” ujarnya.