radarutama.com – PT Semen Padang terus melengkapi sejumlah berkas dan dokumen yang dibutuhkan untuk pengusulan Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo sebagai cagar budaya kepada Pemkot Padang, Sumatera Barat.

Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati di Padang, Jumat menyampaikan, pihaknya bersama Tim Pemko Padang sedang melakukan pengumpulan data dan pengukuran area yang menjadi calon cagar budaya.

“Data dan dokumen yang disiapkan soal aktivitas pendirian pabrik Semen Padang hingga zaman kemerdekaan baik yang ada di Arsip Semen Padang, maupun yang tersimpan di negara Belanda serta tempat lainnya,” kata dia.

Menurut dia data dan dokumen tersebut akan diserahkan ke Tim Pemko Padang melalui Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Padang.

Ia mengatakan, setelah Pabrik Indarung I dijadikan cagar budaya oleh Kota Padang, prosesnya akan berlanjut secara paralel karena, target Semen Padang adalah Cagar Budaya Nasional dan Warisan Dunia dari UNESCO.

“Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek juga mendukung pengusulan PT Semen Padang untuk menjadikan pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional, termasuk PLTA Rasak Bungo. Dukungan itu disampaikan langsung oleh Dirjen ke Semen Padang saat berkunjung ke Dharmasraya” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Padang Syamdani saat berkunjung ke Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo mengatakan, sebagai pabrik semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, PT Semen Padang berperan sangat besar dalam modernisasi dan industrialisasi di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

“Makanya kami mengusulkan Pabrik Indarung I ini untuk dijadikan cagar budaya, karena pabrik Indarung I merupakan aset yang luar biasa dari sisi sejarah, ekonomi dan juga budaya,” kata Syamdani.

Dengan kondisi pabrik Indarung I yang tidak beroperasi lagi sejak tahun 1999, menurut Syamdani, tentu pabrik Indarung I harus tetap lestari sebagai pembelajaran bagi generasi sesudahnya karena memiliki peran yang tidak sedikit di masa silam.

“Jika sudah menjadi cagar budaya, maka fungsi pabrik Indarung I yang sudah tidak lagi beroperasi, betul-betul dapat dijadikan sebagai pusat pengetahuan dan pusat budaya, setelah fungsi lamanya sebagai penghasil semen di Indonesia,” ujarnya.