radarutama.com – AKP Dyah Chandrawati (AKP DC) telah menjalani sidang kode etik pada hari Kamis, 8 September 2022. Sidang tersebut berlangsung selama 6 jam.

Berdasarkan hasil sidang, komisi kode etik memutuskan bahwa AKP Dyah dijatuhi hukuman demosi atas keterlibatannya dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat ( Brigadir J ).

“Sanksi administratif yaitu mutasi yang bersifat demosi selama satu tahun,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Nurul Azizah.

Sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com dari Buletin Perpusatakaan UII pada 9 September 2022, demosi adalah pemindahan suatu pekerjaan ke jabatan yang lebih rendah.

Demosi didasari oleh pertimbangan akibat turunnya prestasi dan kemampuan kerja yang bersangkutan.

Maka dari itu, sudah cukup jelas bahwa demosi merupakan kebalikan dari promosi (kenaikan jabatan ke jenjang yang lebih tinggi).

Terkait sanksi etika, kata Nurul, perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela dengan adanya permohonan maaf secara lisan dan tertulis di depan tim KKEP.

“Wujud pelanggarannya termasuk klasifikasi pelanggaran sedang yaitu berupa ketidakprofesionalan dalam pengelolaan senjata api dinas,” ujarnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News pada 9 September 2022.

Pelanggaran yang dilakukan oleh AKP DC yaitu berdasarkan Pasal 5 ayat 1 huruf C Perpol 7 Tahun 2022 tentang menjalankan tugas dan wewenang dan tanggung jawab secara profesional, proporsional, dan prosedural.

Selain itu, AKP DC juga dikenakan sanksi etika akibat pelanggarannya berupa ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas.

Ia disidang etik karena terbukti tidak profesional dalam pengelolaan senjata api dinas.

Sebelumnya, AKB DC menjabat sebagai Perwira urusan Sub-Bagian Sumber Daya Manusia Bagian Perencanaan dan Administrasi (Paur Subbag Sumda Bagrenmin) Divisi Propam Polri.***