radarutama.com – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan Indonesia dan Jepang akan terus meningkatkan kerja sama dalam sektor manufaktur melalui langkah-langkah strategis yang berkomitmen.

Diharapkan dengan langkah terkait, percepatan pencapaian zero emission atau emisi karbon nol, bisa maksimal seiring hadirnya teknologi inovatif, yang mencangkup kendaraan listrik (electrified vehicle/EV), hidrogen, dan amonia.

“Saya harap dukungan pengetahuan dan teknologi baru Jepang untuk beberpa proyek strategis Indonesia, terutama hilirisasi komoditas alam, pengembangan mobil dan motor listrik, serta sektor kesehatan dan pangan,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/9/2022).

Adapun kerja sama ini, akan termaktub dalam perubahan perjanjian dagang Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement yang menjadi salah satu agenda penting antara kedua negara untuk diselesaikan dalam waktu dekat.

Perjanjian tersebut akan diumumkan saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali.

“Kami akan membuka akses lebih luas dan menawarkan offer yang lebih substantif, pada kaitannya dengan perundingan trade in goods terkait produk manufaktur. Harapannya, ini akan menjadi win-win solution bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Pada agenda itu pula, Kemenperin mengharapkan dukungan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) untuk keberlanjutan inklusi industri dalam pembahasan pada forum G20.

Dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menperin di Jakarta pekan lalu, Menteri METI, Nishimura Yasutoshi yang baru dilantik menyampaikan apresiasi atas Presidensi Indonesia pada G20 dan mendukung pembahasan isu industri untuk dilanjutkan.

Pada kesempatan sama, Agus juga mengapresiasi komitmen perusahaan-perusahaan otomotif asal Jepang yang terus meningkatkan investasinya di Indonesia.

Terbaru, pemerintah berhasil menangkap komitmen dari pelaku industri otomotif skala besar Jepang dengan total Rp 37 triliun untuk program kendaraan listrik dalam waktu hingga lima tahun ke depan.

Dana terkait, berasal dari Toyota Motor Corporation (TMC) untuk pengembangan mobil hibrida baru, dan Mitsubishi Motors Corporation (MMC), yang bakal fokus memproduksi kendaraan jenis xEV dari model Xpander dan Pajero Sport.