Travel  

Alasan Halloween Identik dengan Labu

radarutama.com – Halloween identik dengan labu. Sering kali, lampu labu yang diukir seperti membentuk wajah kerap menghiasi pesta-pesta perayaannya. Lampu labu ini juga dikenal sebagai jack o’lantern.

Rupanya, asal mula Halloween identik dengan labu cukup panjang dan berawal dari sebuah mitos Irlandia.

Kenapa halloween identik dengan labu?

Dikutip dari Britannica, perayaan Halloween didasarkan pada Festival Celtic Samhain, selebrasi kuno yang menandai akhir musim panas dan awal tahun baru pada 1 November.

Dulunya, di negara-negara Celtic, terutama Skotlandia dan Irlandia, orang yang telah meninggal akan dikubur, namun masyarakat akan menggalinya untuk mengambil tengkorak jenazah tersebut dan meletakannya di dalam sebuah gundukan pemakaman.

Ketika Samhain, atau sekarang disebut Halloween, orang-orang akan memasuki gundukan tersebut lalu menyalakan lilin di dalam satu atau lebih tengkorak yang ada di sana.

Mereka yang merayakannya bahkan berbicara dengan arwah orang yang mereka sayangi melalui tengkorak tersebut.

Samhain diyakini sebagai batasan antara dunia kehidupan dan kematian.

Mereka yang merayakannya meyakini, ketika festival tersebut, jiwa-jiwa orang yang telah meninggal pada tahun itu akan melakukan perjalanan ke dunia lain. Sementara jiwa-jiwa lainnya akan kembali mengunjungi rumah mereka.

“Saat Samhain, orang-orang akan menyiapkan makanan untuk orang yang mereka cintai dan sudah meninggal,” kata Cerridwen Fallingstar, seorang guru dan penulis Broth from the Cauldron: A Wisdom Journey through Everyday Magic (Kaldu dari Kuali: Perjalanan Kebijaksanaan Melalui Sihir Sehari-hari), seperti dikutip Reader’s Digest.

Meskipun orang-orang tersebut mendambakan kontak dengan jiwa orang yang mereka sayangi, mereka juga takut ada arwah jahat yang berkeliaran malam itu dan mencari perlindungan dari mereka.

Namun, seiring waktu, orang-orang tidak menggunakan tengkorak asli lagi, melainkan menggunakan lobak yang diukir kemudian memasukkan lilin untuk membakar isinya.

“Itu diyakini untuk menyambut arwah orang yang mereka cintai, namun menakuti makhluk gaib lain,” ujar Fallingstar.

Ketika sejumlah warga Irlandia pindah ke Amerika Serikat, mereka mulai mengukirnya pada labu, yang merupakan tanaman asli di sana dan juga rasanya enak.

Dari waktu ke waktu, sejarah menyeramkan di balik tradisi ini semakin luntur dan hilang.

Kini, ukiran labu diasosiasikan dengan perayaan keluarga yang menyenangkan, bukan lagi sesuatu yang mengerikan atau berkaitan dengan arwah.

Selain labu, perayaan Halloween juga kerap diramaikan dengan memakai kostum-kostum seram, serta anak-anak berkeliling untuk meminta permen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *