Travel  

Gara-gara Si Pembunuh Berantai Jeffrey Dahmer, Kota Ini Jadi Tenar

radarutama.com – Bukan karena destinasi wisatanya yang menarik, kota Milwaukee di Amerika Serikat jadi tersohor gara-gara pembunuh berantai yang hidup di sana, Jeffrey Dahmer.

Kisah pembunuhan berantai yang dilakukan Jefrrey Dahmer banyak diperbincangkan gegara diangkat menjadi film dokumenter oleh Netflix. Gara-gara Netflix juga, Milwaukee jadi terkenal di mata wisatawan.

Banyak wisatawan yang penasaran dengan kisah Jeffrey Dahmer, sehingga mereka mendatangi tempat-tempat yang pernah dia kunjungi selama beraksi sebagai pembunuh berdarah dingin.

Kedatangan banyak wisatawan ke Milwaukee itu pun disambut dengan tangan terbuka oleh Bob Weiss, operator tur bertajuk ‘Cream City Cannibal’. Di dalam tur selama 75 menit itu, para wisatawan akan diajak mengunjungi tempat-tempat dimana Dahmer membujuk korbannya.

“Tur ini sangat populer sekarang,” kata Weiss, seperti dikutip dari NY Post, Kamis (27/10/2022).

Weiss mengaku pesanan dari wisatawan untuk tur yang dia buat datang bertubi-tubi sejak dokumenter Jeffrey Dahmer tayang di Netflix. Dari yang semula cuma 4 tur per hari, kini jadi 16 tur dalam sehari.

“Kami membawa banyak wisatawan datang ke sini. Industri pariwisata di sini senang sekali,” imbuh Weiss.

“Ada wisatawan yang terbang dari Barcelona, Frankfurt ke sini untuk ikut tur kami. Kebanyakan dari mereka wanita,” lanjutnya.

90% peserta tur Weiss adalah wanita. Rata-rata mereka berumur 20 tahunan hingga 40 tahunan. Mereka terlihat sangat penasaran, namun sangat hormat terhadap tur ini. Tidak ada yang menyepelekan semua yang diceritakan Weiss selama tur.

“Kami tidak mengglorifikasi apa yang dilakukan Dahmer. Ada pelajaran penting yang bisa dipelajari oleh masyarakat sekarang dari kasus Dahmer,” pungkasnya.

Tidak Semua Orang Suka Efek Dahmer

Namun tidak semua orang di industri pariwisata Milwaukee menyukai efek kepopuleran dokumenter Dahmer di Netflix. Ada juga yang merasa terganggu seperti Charese Gardner, pemilik Wall Street Stock Bar.

Bar milik Charese itu dulunya bernama Infamous Club 219, tempat dimana Jeffrey Dahmer banyak menjemput korbannya. Mengetahui fakta itu, Charese bahkan tidak mau lagi mendengar nama Dahmer atau apapun yang dia lakukan di kota kelahirannya.

Charese mengubah total seluruh isi barnya agar tidak terlihat seperti apa yang digambarkan di serial Netflix itu. Banyak juga wisatawan yang penasaran, tapi cuma melongok-longok ke dalam bar dan tidak masuk ke dalam. Itulah yang mengganggu Charese.

“Di bar saya ada banyak tanda wajah yang menempel di jendela karena orang-orang kayak mau mencoba melihat ke dalam bar. Saya sungguh tidak mengerti tentang obsesi mereka terhadap Dahmer,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *