Travel  

Turis Inggris Trauma Berat! Dipenjara di India Hanya Karena Benda Ini

radarutama.com – Turis dari Inggris bernama Fergus MacLeod trauma setengah mati setelah dipenjara di India hanya karena membawa sebuah telepon satelit. Bagaimana kisahnya?

Fergus menceritakan pengalaman buruknya dan meninggalkan bekas traumatis yang mendalam, setelah tiba-tiba dirinya ditahan oleh Kepolisian India. Dia ditahan dan dimasukkan ke dalam penjara selama seminggu.

Cerita bermula ketika Fergus menjalani liburan dengan beryoga di kawasan Uttarakhand yang berada di dekat pegunungan Himalaya. Pria berusia 62 tahun itu sama sekali tidak menyadari bahwa membawa telepon satelit di daerah tersebut bisa berakibat sangat fatal.

Fergus membeli telepon satelit itu secara legal di negara asalnya, Inggris. Dia membeli telepon itu karena di tempatnya liburan dikenal sebagai daerah yang susah sinyal telepon.

Dengan telepon satelit itu, dia berharap bisa menghubungi keluarga dan orang terdekatnya meski di sana sinyal susah. Saat membawa telepon itu masuk ke India, Fergus tidak mengalami masalah apapun.

Dua kali dia lolos di bandara melewati pemeriksaan keamanan hingga sampai ke Uttarakhand. Namun ketika Fergus sampai ke hotel, dia menyalakan telepon satelitnya. Di situlah bencana dimulai.

Begitu dinyalakan, telepon satelit itu memicu alarm peringatan kepolisian setempat. Rupanya penggunaan telepon satelit dilarang keras di India. Telepon satelit sendiri dilarang keras penggunaannya oleh pemerintah India setelah digunakan oleh teroris dalam insiden Mumbai di tahun 2008 silam.

Fergus pun langsung ditahan kepolisian India dan dijebloskan ke dalam penjara. Dia ditahan pada tanggal 12 Juli hingga tanggal 18 Juli silam. Fergus dibebaskan setelah temannya membayar uang jaminan dan dia membayar sejumlah uang sebagai denda.

Meski diperlakukan dengan baik selama di penjara, namun salah satu petinggi perusahaan minyak Saudi Aramco itu mengaku sangat trauma. Dia menyebut penjara India sebagai tempat yang sangat menakutkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *