radarutama.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengintensifkan sosialisasi melalui media sosial bahwa retribusi objek wisata di wilayah ini tidak mengalami kenaikan meski ada penyesuaian harga bahan bakar minyak.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Arif Aldian di Gunungkidul, Jumat, mengatakan untuk menarik wisatawan berkunjung ke Gunungkidul, pihaknya mengintensifkan publikasi dan penyebaran informasi melalui akun media sosial, khususnya di Instagram Dinas Pariwisata bahwa kenaikan BBM tidak berdampak pada kenaikan retribusi pariwisata.

“Besaran retribusi objek wisata berkisar Rp5.000 dan Rp10 ribu per orang. Besaran retribusi ini sudah termasuk asuransi,” kata Arif Aldian.

Publikasi ini diharapkan menjadi stimulus bagi wisatawan untuk tetap berkunjung ke destinasi wisata di Gunungkidul meskipun harga BBM saat ini naik.

Ia mengakui pascakenaikan BBM yang cukup tinggi pasti akan berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Gunungkidul karena sebagian besar wisatawan yang ke Gunungkidul menggunakan moda transportasi darat.

“Kami belum bisa mengukur seberapa besar dampaknya. Mungkin baru akan terlihat saat akhir pekan,” katanya.

Arif mengatakan Dispar akan melakukan evaluasi terkait dampak kenaikan harga BBM subsidi terhadap angka kunjungan wisata di Gunungkidul. Dispar juga telah melakukan rapat dengan pelaku usaha jasa pariwisata dan pelaku wisata di wilayah ini untuk mengantisipasi potensi penurunan kunjungan wisatawan.

“Saat ini, kami sedang membahas strategi supaya kunjungan wisatawan ke Gunungkidul tetap tinggi, meski harga BBM naik,” katanya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul Sunyoto mengatakan imbas kenaikan harga BBM subsidi akan sangat luas, termasuk operasional pariwisata.

“Kami bersama pemkab merumuskan strategi kunjungan wisatawan ke Gunungkidul tetap tinggi meski ada kenaikan harga BBM,” katanya.