radarutama.com – Harga tembaga dunia melonjak hingga 2% pada perdagangan hari ini didukung oleh optimisme tentang konsumen logam utama China dan penutupan pabrik peleburan yang terus-menerus membatasi pasokan.

Pada Jumat (9/9/2022) pukul 17.30 WIB harga tembaga dunia tercatat US$7.963 per ton, naik 2% dibandingkan harga penutupan kemarin.

Harga tembaga telah didukung oleh ketatnya pasokan logam yang segera tersedia. Premi tembaga tunai LME selama kontrak tiga bulan berakhir pada US$108,50 per ton pada hari Kamis, tertinggi sejak November 2021.

Permintaan tembaga di China telah meningkat sejak bulan lalu, analis CRU He Tianyu mengatakan, menambahkan bahwa konsumsi logam tersebut diperkirakan akan lebih kuat pada kuartal keempat.

China sendiri adalahkonsumen tembaga olahan terbesar di dunia. Menurut Statista, konsumsinya mencapai 54% persen dunia. Sehingga permintaan dari China memiliki pengaruh terhadap harga tembaga. Permintaan tinggi, harga mengikuti.

Selain itu, dolar yang turun dari puncak tertinggi dalam 20 tahun terakhir turut menyokong laju logam pada sesi perdagangan hari ini. Dollar Index (yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama) berada di posisi 108,691, lebih rendah dari puncaknya yakni di 110,214.

Dolar yang melandai menjadi sentimen positif bagi tembaga yang dibanderol dengan greenback. Sebab menjadi lebih murah pagi pemegang mata uang lain.

TIM RISET CNBC INDONESIA