radarutama.com – Suku bunga tabungan rendah telah diterapkan perbankan nasional, umumnya berada di kisaran 0-1 persen bergantung jumlah saldo tabungan di rekening. Tak terkecuali PT Bank Central Asia Tbk.

Dikutip dari laman bca.co.id, suku bunga untuk produk tabungan Tahapan berada di kisaran 0,00-0,05 persen, untuk jumlah saldo di bawah Rp 10 juta maka bunganya 0,00 persen sedangkan untuk saldo sebesar Rp 1 miliar hanya 0,05 persen.

Suku bunga rendah di bawah 1 persen juga diberlakukan BCA untuk berbagai produk tabungannya, seperti Tahapan Xpresi, Tahapan Gold, Tapres, hingga TabunganKu.

Rendahnya suku bunga tabungan di perbankan ini, apakah lantas membuat tabungan tidak lagi dapat digunakan untuk investasi?

Pasalnya, dulu masyarakat menabung di bank karena mengincar bunga tabungan yang diharapkan dapat menambah saldo tabungannya ketimbang hanya menabung di celengan.

Direktur BCA Haryanto Tiara Budiman mengatakan, tabungan kini bukan lagi menjadi instrumen investasi. Sebab, saat ini tabungan berubah fungsinya menjadi untuk memudahkan transaksi nasabah.

Oleh karenanya menurut dia, suku bunga tabungan rendah tidak dipermasalahkan nasabah lantaran saldo di tabungan hanya digunakan untuk transaksi sehari-hari.

“Jadi untuk transaksi ini, mereka memang menggunakannya semata-mata untuk transfer ke satu orang ke orang lain, bisnis satu ke bisnis yang lain, tidak melihat daripada suku bunga karena tujuannya bukan untuk investasi,” ujarnya saat konferensi pers di ICE BSD, Tangerang, Jumat (9/9/2022).

Menurut dia, apabila nasabah ingin melakukan investasi, maka dapat memilih instrumen investasi selain produk tabungan. Saat ini sudah ada berbagai macam instrumen investasi yang dapat dipilih sesuai dengan profil risiko masing-masing nasabah.

“Jadi orang menggunakan dana di tabungan itu untuk bertransaksi. Kalau dia ingin melakukan investasi dia taruhnya di produk lain, misalnya di deposito atau bahkan di ORI, SBN, dan lainnya,” jelasnya.