radarutama.com – Menjelang perayaanFestival Pertengahan Musim Gugur atau Hari Kue Bulan,sejumlah koki kue dan murid dari Subdistrik Jinmenlu, Distrik Shinan, Kota Qingdao di China timur,mengajarpara siswa Tionghoa di Indonesia cara memasak kue bulan serta memperkenalkan budaya mengenai hari raya tersebut kepada para peserta Tionghoa-Indonesia melalui tautan video.

Festival Pertengahan Musim Gugur atau Hari Kue Bulan merupakan salah satu perayaan tradisional yang penting di China maupun bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.

Yang paling menarik perhatian para peserta adalah kegiatan membuat kue bulan. Melalui “kelas daring”, Feng Chunting dan Guo Qianqian, koki kue yang terkenal di Qingdao, menunjukkan ketrampilan mereka membuat kue bulan dan menjelaskan unsur-unsur budaya dalam makanan dan festival istimewa ini kepada para siswa di Indonesia.

Agar para peserta di Indonesia lebih mengenal cara pembuatan kue bulan, koki kue di sub-venue di Indonesia juga membantu para koki kue di Qingdao untuk mengajari para siswa Tionghoa-Indonesia tersebut.

Dengan ikut membuat kue bulan dengan tangan sendiri, para peserta akan lebih merasakan adat dan kebudayaan China serta menghayati keindahan dan pesona kebudayaan China.

“Saya suka Hari Kue Bulan, saya mencintai China! Selamat Hari Kue Bulan!” seru Chen yang sangat gembira.

Sementara itu, di sub-venue di Sekolah Dasar Jalan Jilong di Qingdao, murid-murid menulis kartu ucapan selamat tentang Festival Pertengahan Musim Gugur yang menyampaikan salam mereka kepada teman-temannya di Indonesia.

“Teman-teman yang kami cintai di Indonesia, halo semuanya! Bagaimana kabar kalian di sana? Menjelang Festival Pertengahan Musim Gugur China, saya mengucapkan selamat hari raya kepada kalian! Kami menghidangkan kue bulan yang lezat secara daring, semoga kalian merasakan kebahagiaan di hari istimewa ini, walaupun kita di negara berbeda!” tulis Qin Qianyi, salah satu murid di SD itu.

Lin Mingzhu, ketua organisasi Chinese Culture for Indonesia Academy menyatakan bahwa Festival Pertengahan Musim Gugur yang memiliki unsur kekeluargaan bagi seluruh putra-putri Tionghoa, merupakan adat budaya bersama para keturunan Tionghoa. Meskipun Tionghoa-Indonesia jauh dari China, kita tetap bisa berkumpul di bawah Bulan yang sama dan menikmatinya dengan keluarga.