radarutama.com – PLTN terbesar di Eropa yang memiliki enam reaktor itu berada di bawah kendali pasukan Rusia sejak periode awal invasi yang dimulai pada bulan Februari tetapi hingga kini masih dioperasikan oleh staf yang berasal dari Ukraina, Associated Press melaporkan.

PLTN tersebut dan daerah sekitarnya telah berulang kali terkena tembakan di tengah perang yang masih berlangsung.

Operator nuklir Ukraina, Energoatom, mengatakan pada Jumat (9/9) bahwa perbaikan pada jalur luar tidak mungkin dilakukan karena masih berlanjutnya peristiwa saling tembak. Selain itu, pengoperasian di wilayah itu juga memiliki “risiko melanggar standar keselematan radiasi dan api”.

“Penarikan pasukan Rusia dari PLTN dan penciptaan zona keamanan di sekitarnya menjadi satu-satunya cara untuk menormalkan situasi di PLTN Zaporizhzhia,” ujar Petro Kotin, kepala Energoatom, kepada TV Ukraina.

Pertempuran berlanjut pada Jumat di bagian selatan dan timur Ukraina – dan juga di utara di mana Ukraina mengklaim mereka berhasil memukul mundur pasukan Rusia di beberapa daerah.

Pesawat-pesawat Rusia mengebom rumah sakit di kota Velika Pysarivka, di perbatasan dengan Rusia, kata Dmytro Zhyvytskyi, gubernur wilayah Sumy. Bangunan tersebut dilaporkan hancur, tetapi jumlah korban belum dapat dikonfirmasi.

Menurut gubernur regional Oleh Syniehubov. empat orang tewas dalam penembakan di wilayah Kharkiv.

Minggu ini, Ukraina mengklaim telah mendapatkan kembali kendali atas lebih dari 20 permukiman di wilayah Kharkiv, termasuk kota kecil Balakliya.

Unggahan media sosial menunjukkan warga Balakliya yang menangis dan tersenyum sembari memeluk tentara Ukraina.

Sementara itu, delapan orang tewas di kota Bakhmut dalam satu hari terakhir, dan kota itu telah tanpa air dan listrik untuk dalam empat hari terakhir, ungkap gubernur Pavlo Kyrylenko.