radarutama.com – Ratu Inggris, Elizabeth II, tutup usia di Kastil Balmoral, rumahnya di Skotlandia pada Kamis (8/9/2022) siang waktu setempat. Sang ratu meninggal pada usia 96 tahun setelah kondisi kesehatannya semakin memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

Penguasa terlama di Inggris dan pemimpin tertua di dunia ini rupanya meninggalkan lebih dari US$500 juta atau setara Rp7,4 triliun aset pribadi hasil dari 70 tahun tahtanya. Harta itu nantinya akan diwarisi Pangeran Charles ketika dia dinobatkan sebagai raja.

Melansir Fortune, ratu menerima pendapatan melalui dana pembayar pajak yang dikenal sebagai Sovereign Grant. Pajak ini dibayarkan setiap tahun kepada keluarga kerajaan Inggris.

Tak hanya itu, aset pribadi ratu sebagian besar berasal dari investasinya. Termasuk, mengutip Business Insider, koleksi seni, perhiasan, dan kepemilikan real estat, yang meliputi Rumah Sandringham dan Kastil Balmoral.

Ratu juga mewarisi hampir US$70 juta dari Ibu Suri ketika dia meninggal pada tahun 2002. Ini termasuk investasi dalam lukisan, koleksi perangko, porselen halus, perhiasan, kuda, dan bahkan koleksi telur Faberge yang berharga. Lukisan dalam koleksi termasuk karya Monet, Nash, dan Carl Fabergé.

Ada klausul hukum khusus yang membebaskan Ratu dari membayar pajak warisan atas harta warisan yang ditinggalkan oleh ibunya. Klausul ini juga akan berlaku untuk Pangeran Charles.

Warisan dari penguasa ke penguasa dibebaskan dari pajak warisan 40%, seperti yang disepakati dengan mantan Perdana Menteri John Major pada tahun 1993 untuk menghindari pengikisan kekayaan keluarga kerajaan.

Pangeran Charles sendiri tidak akan secara langsung mewarisi kerajaan senilai US$28 miliar yang mencakup tanah Skotlandia, Perkebunan Mahkota, Kadipaten Lancaster, Kadipaten Cornwall, dan Istana Buckingham dan Kensington. Dia hanya akan menerima aset pribadi yang secara khusus ditunjuk untuknya oleh Ratu Elizabeth II.