China dan Taiwan Kesampingkan Konflik, Kerja Sama Selamatkan Panda Raksasa Tuan Tuan

radarutama.com – Pejabat kebun binatang Taiwan mengatakan telah mengundang pakar kedokteran hewan China ke Taipei, untuk kunjungan langka antara kedua belah pihak terkait kesehatan panda raksasa Tuan Tuan.

Konflik China-Taiwan menghangat sejak 2016, dengan Beijing memutuskan komunikasi resmi dan kunjungan pemerintah antara kedua belah pihak dibatalkan.

Tapi Taiwan membuat pengecualian setelah Tuan Tuan, panda jantan yang dihadiahkan ke pulau itu oleh Beijing pada 2008, jatuh sakit dalam beberapa pekan terakhir dan tampaknya memasuki masa senja.

Panda raksasa Tuan Tuan, yang melambangkan era hubungan yang lebih hangat diantara keduanya, kini dipindahkan ke perawatan akhir hayat.

Kebun Binatang Taipei mengatakan dokter hewan China akan tinggal selama tujuh hari namun hanya mengamati, bukan melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Tujuan utamanya adalah untuk mengunjungi Tuan Tuan dan melihat kondisinya saat ini,” kata Eve Wang, Kepala Bagian Hewan Kebun Binatang Kota Taipei kepada wartawan sebagaimana dilansir pada Sabtu (29/10/2022)

Lebih lanjut menurutnya, dokter-dokter China menyatakan keinginan mereka untuk datang sendiri mengunjungi Tuan Tuan.

“Saya juga berpikir ini akan menjadi perjalanan yang sangat berarti,” tambahnya.

Tidak jelas kapan dokter hewan dari “Negeri Tirai Bambu” akan tiba, tetapi Dewan Urusan Daratan Taiwan mengatakan pada Rabu (26/10/2022) bahwa mereka sedang memproses aplikasi visa mereka.

Tuan Tuan dan pasangannya Yuan Yuan diberikan ke Taiwan oleh Beijing pada saat hubungan antara kedua tetangga lebih ramah.

Jika nama mereka digabungkan berarti ‘reuni’ atau ‘persatuan,’ seolah menjadi citra dari target dari Partai Komunis China suatu hari akan mengambil Taiwan.

Pasangan itu menjadi bintang besar di Taiwan dan Yuan Yuan sejak itu melahirkan dua anak perempuan.

“Dia (Tuan Tuan) masih kecil dan sangat lucu saat pertama kali tiba di sini,” kata Heng Ling-lin, yang membawa anak-anaknya ke Kebun Binatang Taipei untuk memberikan pesan harapan untuk kesembuhan panda raksasa itu.

“Dia seperti bayi semua orang,” katanya kepada AFP.

“Hatiku hancur sekarang melihatnya seperti ini.”

China hanya meminjamkan panda ke kebun binatang asing yang biasanya harus mengembalikan keturunan apa pun dalam beberapa tahun, setelah kelahiran mereka untuk bergabung dengan program pelestarian negara itu.

Tetapi Taiwan diberikan pengecualian, sebagai bagian dari serangan pesona singkat yang diluncurkan China pada akhir 2000-an, dan sepenuhnya dianugerahi Tuan Tuan dan Yuan Yuan dan berapapun keturunan yang mereka miliki.

Dokter hewan pertama kali melihat Tuan Tuan (18 tahun), sakit pada Agustus ketika dia mulai menderita kejang dan tampak semakin goyah dan lesu.

Pemindaian selanjutnya menunjukkan dia memiliki lesi otak dan dia diberi obat anti-kejang.

Awal pekan ini Kebun Binatang Taipei mengatakan mereka mencurigai Tuan Tuan menderita tumor otak dan dia dipindahkan ke perawatan paliatif.

Beijing telah lama menerapkan “ diplomasi panda ” dan pemberian Tuan Tuan dan Yuan Yuan adalah langkah yang dilihat sebagai bentuk dukungan untuk kepresidenan pemimpin yang bersahabat dengan Beijing saat itu, Ma Ying-jeou.

China memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan telah berjanji untuk suatu hari membawa pulau demokrasi yang diperintah sendiri itu kembali, dengan paksa jika perlu.

Hubungan keduanya menurun pada 2016 ketika Presiden Tsai Ing-wen terpilih.

Beijing tidak menyukai Tsai karena dia memandang Taiwan sebagai negara yang sudah berdaulat dan bukan bagian dari ‘satu China’.

Di bawah Presiden Xi Jinping, Beijing sejak itu meningkatkan tekanan ekonomi, militer dan diplomatik atas Taiwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *