radarutama.com – Presiden Brasil Jair Bolsonaro menetapkan masa berkabung selama tiga hari di negaranya untuk menghormati Ratu Inggris Elizabeth II yang meninggal dunia dalam usia 96 tahun pada Kamis (8/9) waktu setempat.

Seperti dilansir AFP, Jumat (9/9/2022), Bolsonaro yang kembali mencalonkan diri untuk pilpres bulan depan ini menekankan dalam pernyataannya bahwa penetapan masa berkabung untuk Ratu Elizabeth II ini dimaksudkan untuk ‘berbelasungkawa untuk wafatnya Yang Mulia Ratu’.

Disebutkan Bolsonaro dalam pernyataan via Twitter bahwa Ratu Elizabeth II ‘tidak hanya Ratu untuk rakyat Inggris, tapi untuk kita semua’.

“Beliau adalah seorang wanita luar biasa dan hebat yang teladan kepemimpinan, kerendahan hati dan rasa cinta pada negaranya akan terus menginspirasi kita dan dunia selamanya,” sebut Bolsonaro dalam pernyataannya.

Brasil diketahui merupakan bekas koloni Portugis dan tidak memiliki hubungan dekat dengan Inggris.

Bendera setengah tiang ikut dikibarkan di Istana Kepresidenan Brasil, dengan beberapa pihak mempertanyakan apakah Bolsonaro memiliki motif tersembunyi di balik simpati yang diberikan untuk Ratu Elizabeth II itu.

“Saya melihat sikap Bolsonaro lebih terkait dengan preferensi pemilih untuk tema konservatif, tradisi dan monarki,” sebut pengamat politik Mauricio Santoro dari Universitas Negeri Rio de Janeiro.

Secara terpisah, mantan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, yang juga mencalinkan diri untuk pilpres, juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ratu Elizabeth II.

Da Silva diketahui mengungguli Bolsonaro dalam polling terbaru untuk pemilu Brasil yang akan digelar 2 Oktober mendatang.

“Dia meninggalkan jejaknya di seluruh era,” tulis Da Silva dalam postingan Twitternya, sembari menyertakan foto dirinya menyapa Ratu Elizabeth II saat mengunjungi Istana Buckingham tahun 2009 lalu.