radarutama.com – Setelah diumumkan, berita wafatnya Ratu Elizabeth II akan dibagikan kepada negara-negara seperti Kanada, Australia, Selandia Baru, Belize, dan pulau-pulau Karibia Jamaika. Berita juga akan dibagikan ke negara-negara Persemakmuran lainnya.

Sementara Asosiasi Pers Inggris akan menjadikan media utama yang dapat digunakan seluruh dunia. Nantinya alarm darurat nasional juga akan dibunyikan. Logo BBC yang biasa berwarna merah akan berubah menjadi hitam sebagai tanda rasa duka.

Staf di Istana akan berpakaian hitam. Pada bagian luar Istana Buckingham London akan diumumkan kematian Ratu Elizabeth II dalam bentuk pesan yang juga dituliskan di situs kerajaan.

Bendera-bendera akan diturunkan setengah tiang serta lonceng akan dibunyikan di seluruh kota. Kondisi tersebut juga secara tidak resmi menandakan putra pertama Ratu Elizabeth II, Pangeran Charles yang akan menjadi kepala negara.

Perjalanan Pangeran Charles

Pangeran Charles juga akan memberikan pidato pertamanya sebagai Raja pada malam kematian Ratu Elizabeth II. Jika dia meninggal di luar ibu kota Inggris, bendera akan dikibarkan pada pukul 11 pagi sehari setelah kematiannya. Hari tersebut juga bertepatan Pangeran Charles resmi menjadi raja.

Tidak hanya itu, Pangeran Charles akan melakukan perjalanan ke Skotlandia, Irlandia Utara, dan Wales untuk menghadiri kebaktian menghormati ibunya. Setelah itu, ia akan kembali ke London untuk persiapan pemakaman Ratu.

Prosesi pemakaman ratu

Setelah empat hati wafat, Ratu Elizabeth II akan disemayamkan selama empat hari menjelang pemakaman di Istana Buckingham. Pejabat hingga masyarakat diizinkan untuk memberi penghormatan kepada ratu untuk terakhir kalinya.

Pemakaman sendiri akan dilaksanakan pada hari kesembilan. Nantinya lonceng yang telah dilapisi perendam akan berdering. Sementara peti kematian diangkut ke Westminster Abbey, di mana pemakaman akan berlangsung dari jam 11 pagi. Masyarakat juga dapat menonton kebaktian secara keseluruhan melalui televisi.

Setelah kebaktian, ratu akan dipindahkan ke Kastil Windsor. Lokasi tersebut menjadi pemakaman yang bersanding dengan mendiang suaminya Pangeran Philip, dan ayahnya, Raja George VI.