radarutama.com – 3>

Ditemukan, mengambil istirahat mikro –atau berhenti bekerja selama 10 menit atau kurang– dapat meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas secara keseluruhan.

Banyak studi sebelumnya berfokus pada proses pemulihan setelah individu selesai bekerja.

Namun, hanya sedikit studi yang membahas tentang proses pemulihan individu selama bekerja atau di antara satu tugas dengan tugas yang lain.

  • Tinjauan dari 22 penelitian

Dalam riset terbaru, para peneliti melihat 22 studi dari 19 manuskrip selama 30 tahun terakhir.

Setiap riset meneliti manfaat dari mengambil istirahat mikro selama jam kerja .

Pada dasarnya, karyawan memiliki banyak kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan diri dari pekerjaan saat akhir pekan, setelah jam kerja berakhir, liburan, atau cuti panjang.

Namun temuan peneliti mengungkap, pemulihan pasca bekerja juga terjadi pada interval waktu yang singkat.

  • Proses pemulihan diperlukan

Para peneliti menulis, energi serta usaha diperlukan dalam menyelesaikan tugas dan target yang berhubungan dengan pekerjaan.

Tuntutan kerja dapat menguras sumber daya psikologis, yang berhubungan erat dengan kelelahan.

Setelah kita mengeluarkan energi untuk bekerja, kita membutuhkan proses pemulihan atau pengisian ulang.

Dalam studi tersebut, tercatat berbagai jenis istirahat, termasuk istirahat fisik, aktivitas santai, dan aktivitas menarik seperti menonton video atau mendengarkan musik.

Para peneliti menganalisis hasil studi dan menemukan, istirahat mikro dapat memertahankan tingkat energi yang tinggi dan mengurangi kelelahan pada peserta.

Berkaitan dengan peningkatan performa, peneliti mencatat semakin lama individu beristirahat, semakin baik performa individu yang diteliti.

Jenis tugas juga berpengaruh. Istirahat mikro secara signifikan meningkatkan performa untuk tugas-tugas administrasi dan kreatif.

Namun, hal itu tidak berlaku untuk tugas yang menuntut kognitif atau otak.